Pernah dengar kata-kata Banyak baca banyak tau? Artinya adalah bahwa semakin banyak buku yang kita banca maka semakin bertambah pulalah pengetahuan kita. Namun ada juga yang mengatakan bahwa semakin banyak buku yang ia baca dirinya merasa semakin bodoh. Ini sama saja, artinya orang ini harus lebih banyak lagi membaca, sebab masih lebih banyak hal yang kita belum ketahui dibanding dengan yang sudah kita ketahui. Kemampuan menyerap bahan bacaan setiap orang berbeda, tergantung pada tingkat kemampuan membacanya.

Beberapa istilah yang perlu diketahui dalam membaca diantaranya adalah literasi dan literat. Literasi diartikan sebagai kemampuan membaca dan literat diartikan kemampuan membaca dan menulis. Keterampilan literasi saat ini sudah diajarkan di sekolah-sekolah terutama sekolah dasar. Hal ini sangat penting sebab anak-anak dari kecil sudah harus diajarkan kecintaan terhadap membaca. Dan biasanya pelajaran membaca memang baru dipelajari di bangku SD.

Jamaruddin, Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sulawesi Selatan mengatakan bahwa keterampilan literasi semenjak kecil sangat menentukan kesuksesan siswa baik di sekolah maupun dalam kehidupannya di masa depan. “Memastikan praktik Literasi sukses dilakukan semenjak dini, tidak hanya akan memastikan anak-anak bisa menangkap mata pelajaran di sekolah dengan baik, tetapi juga akan menjadi bekal keberhasilan menjalani masa sekolah berikutnya dan masa depannya,” paparnya.

Untuk memastikan bahwa semenjak kecil anak-anak memiliki keterampilan literasi dan sikap positif terhadap kebiasaan membaca, USAID PRIORITAS telah mengenalkan buku bacaan berjenjang. Program ini mencakup hibah sekitar 8 juta buku disertai pelatihan penggunaan buku tersebut ke 13.000 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiah di 9 provinsi yang menjadi mitra USAID PRIORITAS.

“Buku ini disebut buku bacaan berjenjang karena digunakan bertingkat dengan mempertimbangkan psikologi anak dan pembelajaran yang harus menyenangkan dan mengaktifkan siswa,” jelas Jamaruddin.

Kalau semenjak dini anak-anak sudah menyukai membaca buku, menganggapnya sebagai kegiatan menyenangkan, ke depannya mereka akan potensial untuk terus menyukai membaca buku. Dengan demikian, saat dewasa mereka akan menjadi generasi terdidik. “Zaman sekaran, literasi adalah keterampilan penting untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari,” ujar Jamar.

Untuk memastikan implementasi hibah, pelatihan penggunaan buku dan pendampingannya, bukan hanya diadakan monitoring dan evaluasi, namun pejabat-pejabat USAID serta RTI (Research Triangle Institute), partner utama program USAID PRIORITAS, juga sering turun ke lapangan.

Setelah Erin McKee, Direktur Misi USAID PRIORITAS turun meninjau di sekolah-sekolah mitra USAID PRIORITAS dan untuk di Sulawesi dilakukan pada akhir Januari 2017. Bukan hanya itu, Melinda Taylor, Vice President International Education RTI juga berkunjung ke mitra sekolah USAID PRIORITAS yang menjadi sekolah lab Universitas Negeri Yogyakarta di Jawa Tengah yaitu SDN Ngoto, Sleman, Yogyakarta pada bulan Februari ini.

Melinda mengatakan, buku bacaan berjenjang digunakan guru untuk melatih siswa memahami isi buku dan sekaligus menumbuhkan minat membaca siswa. “Kegiatan ini bila dibudayakan akan meningkatkan kemampuan literasi yang bermanfaat bagi siswa untuk mempelajari mata pelajaran lainnya dan menjadi bekal untuk kesuksesan hidupnya di masa depan,” kata Melinda di sela-sela kunjungannya.

Salah seorang guru pendamping buku bacaan berjenjang dari Maros Sulawesi Selatan mengungkapkan bahwa dampak dari buku bacaan berjenjang di sekolah-sekolah mitra sangat kelihatan. Terutama anak-anak menjadi sangat suka dengan buku. “Mereka menjadi antusias dan selalu ingin membaca. Hal ini dikarenakan metode bagaimana cara membaca buku tersebut sangat luar biasa. Bahkan banyak anak-anak tertarik meniru-niru membuat sendiri buku bacaan berjenjang tersebut. Sikap positif terhadap kebiasaan membaca telah tumbuh dengan adanya buku ini,” paparnya.

USAID PRIORITAS adalah program Lima tahun (2012-2017) bantuan USAID, untuk meningkatkan akses pendidikan dasar yang berkualitas di Indonesia. Program ini bermitra dengan 17 LPTK dan 31 LPTK Konsorsium yang tersebar di 9 provinsi. Program ini telah melatih lebih dari 29.000 SD/MI dan SMP/MTs di hampir 100 kabupaten/kota di 9 provinsi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, manajemen berbasis sekolah, dan budaya baca yang menjangkau lebih dari 171.000 guru dan kepala sekolah, dan memberi manfaat lebih dari 6,9 juta siswa.

Sumber : https://www.makassarterkini.com/berita/6755/mau-sukses-lakukan-hal-ini-sejak-dini

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY